KONSELING?


     Kemarin saya mengerjakan tugas mata kuliah aktualisasi diri tentang "apa sih profesi yang kamu inginkan?" dan sesuai dengan jurusan yang sedang saya pelajari, mungkin profesi yang saya inginkan adalah menjadi seorang konselor tentang masalah pribadi atau psikologis. dari tugas itu saya disuruh mewawancarai seseorang yang profesional dalam bidangnya dan kemudian saya mendapatkan seorang narasumber yang cukup terkenal, bapak tersebut berinisial JS yang adalah seorang pastur gereja di jakarta.

berikut hasil pemaparan beliau kepada saya:

Ø     Seputar latar belakang bapak JS :

Bapak JS mempunyai sebuah Lembaga yaitu LK3 (Lembaga Konseling Keluarga Kreatif), memulai karena mempunyai visi ingin mempunyai pusat konseling disetiap kota di Indonesia. Saat beliau studi konseling tahun 1989 data gangguan jiwa di Indonesia sangat tinggi sekitar 300 juta orang dengan kriteria gangguan ringan hingga berat, tetapi pelayanan konseling atau rumah sakit jiwa sangat minim. Dan beliau mendapat data bahwa 1 sampai 5 orang yang tinggal di kota besar memiliki sakit mental ringan hingga berat. Hal ini dikarenakan komunikasi yang kebanyakan instan melalui social media dan juga terdapat suatu ‘penyakit’ masyarakat kota yaitu ‘sibuk’ dalam arti menyibukkan diri dengan hal-hal lain saat berada diluar rumah sehingga saat sampai rumah orang hanya membawa rasa lelah dan juga kesal.

            Bapak JS juga menjelaskan apa itu konseling? konseling adalah suatu upaya untuk membantu klien menemukan dan mengeksplorasi apa yang menjadi persoalannya, dan cara bagaimana seseorang mengetahui dari mana jalan masuk suatu persoalan yang dia alami karena dia yang tau jalan keluar dari masalah itu sendiri sehingga dapat mengatasi masalah tersebut.

Ø  Bagaimana menjadi konselor yang baik?

            Saat mempunyai klien masalah seorang konselor harus mempunyai pengetahuan tentang dasar konseling, yaitu ada 3 :

  • Pertama, faktor dasar yaitu predisposisi yang merupakan faktor apa yang dibawa dari kecil.
  • Kedua, faktor kontribusi yaitu apa yang menyumbangkan sehingga masalah tersebut dapat dialami oleh seseorang dengan waktu yang lama.
  • Ketiga, faktor pencetus atau trigger factor yaitu apa yang mencetuskan persoalan itu terjadi.

Konselor yang baik juga selalu mendemokan tentang pentingnya mencurahkan pikiran agar pikiran-pikiran negatif tidak menumpuk dalam diri dan akhirnya menjadi suatu penyakit mental yang serius. Di Indonesia, gaya kedokteran adalah mengobati yang sakit sedangkan gaya kedokteran jaman sekarang adalah mencegah penyakit. Seperti halnya konseling, seseorang yang sehat selalu mengkonselingkan diri jika mempunyai masalah-masalah yang dirasa berat dan mengganggu, sebelum bermasalah orang sehat akan mencari tahu tentang masalah-masalah yang akan dia hadapi.

 

Ø  Siapa saja yang boleh menjadi konselor?

Tidak sembarang orang dapat menjadi konselor, karena dalam konseling terdapat beberapa faktor, yaitu :

-       Faktor pendampingan

-       Faktor penyembuhan (healing)

-       Faktor bimbingan (guiding)

-       Faktor memulihkan

-       Dan adanya pemberdayaan

Hal-hal diatas tidaklah mudah karena membutuhkan skill, pelatihan, jam terbang yang memadai, dan juga praktek dibawah supervisi konselor. Membutuhkan beberapa tahun pendidikan untuk mendapatkan hal-hal tersebut.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

ARSITEKTUR KOMPUTER